(Foto : Dokumen Istimewa Suara Landak.co.id)
:: Sartika Widya ::
BOGOR — Suasana magis adat Nusantara menyelimuti area hijau Kota Hujan saat Festival Budaya Nasional 2026 resmi dihelat. Berlokasi di ruang terbuka hijau historis, Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor, gelaran akbar yang diselenggarakan pada pertengahan Oktober 2026 ini sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata masyarakat dan wisatawan.
Pesta adat berskala besar ini diinisiasi oleh lembaga swadaya Mawar Budaya dengan sokongan penuh dari lini birokrasi yang baru terbentuk, Kementerian Kebudayaan RI. Panggung utama pergelaran dibuka secara formal oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang didampingi langsung oleh jajaran kepemimpinan pemerintah daerah, termasuk Plt Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Panggung Peleburan Seni dan Edukasi Tradisi
Sepanjang pelaksanaan acara, atmosfer Kebun Raya dihiasi oleh harmonisasi alunan instrumen etnik dan warna-warni megah pakaian adat. Festival ini menyuguhkan tiga pilar program utama yang dirancang secara interaktif:
- Pagelaran Budaya Nusantara: Panggung pertunjukan ekspresif yang menjadi wadah bagi ratusan seniman dari penjuru tanah air untuk mementaskan tarian sakral, teater rakyat, hingga teatrikal musik tradisional yang memukau penonton.
- Pasar Budaya Kreatif: Deretan stan pameran eksklusif yang menjajakan produk kerajinan tangan otentik, kain tenun legendaris, hingga suguhan kuliner khas antardaerah yang mulai langka di perkotaan.
- Dialog Budaya Nasional: Ruang diskusi kritis yang mempertemukan pemangku kebijakan, pengamat budaya, serta kalangan intelektual kampus untuk merumuskan strategi menjaga warisan leluhur agar tetap relevan di tengah gempuran modernisasi digital.
Menjaga Kemajemukan di Ruang Terbuka
Dalam sambutannya di mimbar utama, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa pemilihan destinasi alam seperti Kebun Raya Bogor bukan sekadar untuk mencari estetika visual. Ruang terbuka ini dimanfaatkan sebagai simbol pemersatu di mana keberagaman identitas etnis di Indonesia dapat melebur, hidup side-by-side, dan disaksikan secara inklusif oleh semua lapisan masyarakat.
Pihak panitia pelaksana berharap perayaan tahunan ini mampu memicu kesadaran generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton pasif, melainkan ikut ambil bagian sebagai agen pelestari kebudayaan lokal di masa depan.

ConversionConversion EmoticonEmoticon