Investigasi Insiden Kerja Prajurit, DENPOM Surakarta Dalami Kasus Letupan Senjata di Markas Kopassus

 


(Foto : all4shooter.com)

:: Nadia Yumindari ::

SUKOHARJO — Penyelidikan insiden fatal yang terjadi di kompleks militer Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura kini dipegang penuh oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta. Menyusul peristiwa meletusnya senjata api di dalam gudang logistik persenjataan yang merenggut nyawa seorang perwira pertama, Letda Infanteri Jihad Ahmad Al-Rasyid, pada Sabtu, kini berbagai langkah hukum mulai diambil.

TNI Angkatan Darat kini menjadikan kepastian hukum dan transparansi penanganan kasus sebagai prioritas utama. Seluruh berkas perkara dan alat bukti kunci—termasuk rekaman digital dari kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area gudang amunisi— kini telah diserahkan oleh pihak manajemen internal Grup 2 Kopassus kepada penyidik militer dalam rangka  memastikan proses pemeriksaan berjalan tanpa intervensi.

Spekulasi liar sebelumnya sekilas merebak di platform media sosial mengenai penyebab kematian prajurit dari unit Batalyon 26 tersebut. Namun, Korps Baret Merah segera menangkal mata rantai informasi yang tidak benar itu melalui pernyataan resmi yang menegaskan bahwa insiden ini tidak berkaitan sama sekali dengan konflik internal maupun aksi baku tembak antar anggota.

"Berdasarkan rekaman kamera pemantau di TKP, peristiwa ini murni merupakan kecelakaan kerja akibat faktor kelalaian (human error) saat pemeriksaan teknis persenjataan. Tidak ditemukan indikasi unsur kesengajaan ataupun perselisihan antar-anggota," ujar Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Infanteri Indra Mardianto, dalam konferensi persnya.

Pasca kejadian, Jenazah Letda Jihad Ahmad Al-Rasyid telah diterbangkan dari Solo menuju tanah kelahirannya di Sorong, Papua Barat Daya. Dalam rangka bentuk penghormatan atas dedikasi militernya Upacara pemakaman militer digelar secara khidmat di Taman Makam setempat sebagai pelepasan terakhir bagi sang perwira muda ini.

Newest
Previous
Next Post »